Zlatan Ibrahimovic, Sang Dewa Sepakbola
![]() |
| Ibra saat masih aktif bermain di Timnas Swedia. |
Kontroversi dan prestasi, dua hal yang sangat bertolak belakang, tetapi Zlatan dapat menyejajarkan keduanya dalam karier panjangnya yang bergelimang trofi. Dulu menjadi pencuri, kini bergelimang trofi. Di suatu hari ia berkelahi, di hari lain ia berselebrasi. Di suatu tempat ia mengumbar kritik, di tempat lain ia membungkam kritik yang tertuju padanya.
Itulah Zlatan Ibrahimović. Seorang raja
gol, dewa lapangan hijau, dan tuhan di lapangan hijau.
Ia menolak trial di Arsenal dan dengan
angkuhnya berkata “Zlatan tidak mengikuti audisi”. Ia mencaci maki Pep
Guardiola di auotobiografinya dengan menyebut pelatih berkepala plontos itu
pengecut. Ia juga mengkritik wasit secara terbuka di Ligue 1, dan jangan lupakan
“kebiasannya” berkelahi dengan sesama pemain, baik rekan maupun lawan.
Zlatan Ibrahimović bisa dibilang adalah
versi elite dari Antonio Cassano. Mereka sama-sama bengal, sering menuai
kontroversi, tetapi ada dua perbedaan mencolok dari keduanya: kejayaan dan
kesetiaan pada pasangan.
Saya belum pernah bertemu Zlatan, tapi
dilihat dari jauh saja bisa dikatakan bahwa pemain yang satu ini sangat rumit.
Ia berkali-kali pindah klub, berganti-ganti domisili, tapi tetap setia pada
satu pasangan. Di era pesepak bola top Eropa saat ini, sangat sulit menemukan
pemain seperti Zlatan. Beberapa pemain bahkan tega menikung rekannya sendiri,
tetapi Zlatan tetap setia pada Helena Seger.
Terlepas dari segala ucapan
kontroversialnya, Zlatan juga bisa dijadikan teladan dalam kebebasan
berpendapat. Ia tak sungkan untuk membanggakan dirinya sendiri, tapi ia juga
bisa membuktikan bahwa dirinya memang pantas dibanggakan. Contohnya adalah
frasa God of
Manchester yang ia dengungkan saat baru bergabung dengan Manchester United.
Dalam autobiografinya, Zlatan mengatakan
bahwa di dunia ini hanya ada dua pelatih yang ia kagumi, yakni Fabio Capello
dan Jose Mourinho. Namun, relasinya dengan nama terakhir berlangsung lebih lama
di lapangan hijau ketimbang kerjasamanya dengan Capello. Pertama kali
dipertemukan di Internazionale Milano, Zlatan dan Mourinho kembali berjumpa di
Manchester United sejak musim lalu.
Mourinho pula yang menjadi alasan utama
Zlatan untuk menerima pinangan Manchester United. Ia rela melepas kesempatan
bermain di Liga Champions demi bereuni
dengan Mourinho, dan ia juga berani mengambil resiko gagal bersinar di Liga
Primer Inggris hanya demi bekerja lagi di bawah arahan Mourinho.
Dalam mitologi Yunani, tidak ada dewa
tunggal di dunia ini. Semua dewa menjalankan tugasnya masing-masing demi
kebaikan manusia, begitu pula dengan Zlatan.Ia kerap disebut-sebut sebagai dewa sepak
bola karena keajaibannya dalam menghadirkan trofi di klub yang dibelanya, juga
karena kehebatannya dalam menciptakan gol-gol spektakuler di luar nalar. Namun,
kehebatannya itu tidak datang begitu saja. Ada sosok “dewa” lain yang berperan
besar dalam kesuksesan Zlatan, seperti Mourinho sang pelatih favorit, Helena
Seger sang istri, dan Ronaldo Luis Nazário de Lima sang idola.

ntapp
BalasHapusb
BalasHapusa
BalasHapusu
BalasHapuss
BalasHapusdapen spam.
Hapus